Cita Rasa Kalimantan Selatan Mendunia
Pada tanggal 19 Mei 2026, area outdoor Gedung Kraton Majapahit Jakarta dipenuhi suasana meriah, hangat, dan penuh aroma kuliner khas Nusantara. Sebuah acara bertajuk “Bazaar Kuliner Tradisional Banjar – Banjar Mendunia” berhasil menarik perhatian masyarakat, pecinta kuliner, pelaku usaha, serta tamu undangan dari berbagai kalangan. Kegiatan yang dihadiri sekitar 200 peserta ini menjadi ajang promosi budaya dan kuliner Banjar yang dikemas dalam suasana modern namun tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional.
Sejak pagi hari, puluhan stan makanan berjajar rapi dengan dekorasi bernuansa khas Kalimantan Selatan. Kain sasirangan dengan motif warna-warni menghiasi setiap sudut bazaar, sementara para penjual tampil anggun dan seragam mengenakan batik sasirangan. Kehadiran para pelaku UMKM yang mengenakan busana tradisional tersebut memberikan nuansa autentik yang membuat pengunjung seolah sedang berada di sebuah festival budaya di tanah Banjar.
Aroma rempah-rempah langsung menyambut para tamu yang memasuki area bazaar. Salah satu stan yang paling ramai dikunjungi adalah stan Soto Banjar. Hidangan berkuah bening dengan cita rasa gurih yang khas ini disajikan lengkap dengan ketupat, suwiran ayam, telur rebus, serta taburan bawang goreng dan seledri. Tidak jauh dari sana, pengunjung juga dapat menikmati Ketupat Kandangan dengan ikan haruan yang dimasak menggunakan santan kental dan bumbu khas Banjar.
Berbagai hidangan lainnya turut meramaikan acara, seperti Nasi Kuning Banjar, Iwak Pakasam, Mandai Goreng, Gangan Asam, Lontong Orari, serta sate khas Kalimantan Selatan. Sementara itu, pecinta makanan manis dimanjakan dengan beragam wadai tradisional seperti Bingka Barandam, Amparan Tatak, Wadai Ipau, Putri Selat, Wadai Rangai, serta Kue Lam yang menjadi favorit para pengunjung.
Selain menikmati kuliner, para tamu juga disuguhkan pertunjukan seni budaya Banjar yang berlangsung sepanjang hari. Alunan musik panting dan lagu-lagu daerah Banjar menambah semarak suasana. Beberapa komunitas budaya menampilkan tarian tradisional yang mengundang decak kagum para pengunjung.
Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan, antara lain perwakilan kementerian yang membidangi kebudayaan, pariwisata dan UMKM, pemerintah daerah Kalimantan Selatan, pelaku industri kuliner, komunitas budaya Nusantara, akademisi, asosiasi pariwisata, media nasional, pengusaha restoran, komunitas diaspora Indonesia, serta perwakilan kedutaan besar negara sahabat yang memiliki ketertarikan terhadap budaya Indonesia.
Tidak hanya menjadi ajang menikmati makanan, bazaar ini juga menjadi sarana promosi ekonomi kreatif. Berbagai produk lokal seperti kain sasirangan, kerajinan rotan, batu akik, produk olahan pangan, serta cendera mata khas Banjar turut dipamerkan kepada para pengunjung.
Mengusung tema “Banjar Mendunia”, kegiatan ini menunjukkan bahwa kuliner bukan hanya soal makanan, tetapi juga sarana memperkenalkan identitas, sejarah, dan budaya suatu daerah kepada dunia. Melalui cita rasa yang autentik, keramahan para pelaku UMKM, serta kekayaan tradisi yang ditampilkan, masyarakat Banjar berhasil membuktikan bahwa warisan budaya lokal memiliki daya tarik global.
Ketika matahari mulai terbenam di ufuk Jakarta, para pengunjung meninggalkan area bazaar dengan pengalaman yang berkesan. Mereka membawa pulang bukan hanya kenikmatan rasa, tetapi juga pemahaman yang lebih dalam tentang kekayaan budaya Banjar yang layak dikenal oleh masyarakat internasional.