Warisan Kreatif Kalimantan Selatan Menuju Panggung Dunia
Pada tanggal 28 Januari 2026, kawasan outdoor Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, menjadi pusat perhatian para pecinta budaya, pelaku industri kreatif, kolektor, serta masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat kekayaan seni dan kerajinan Kalimantan Selatan. Acara bertajuk “Pameran Kerajinan Tangan Banjar – Banjar Mendunia” sukses menghadirkan suasana yang meriah dan inspiratif dengan dihadiri sekitar 500 peserta dan pengunjung dari berbagai daerah serta mancanegara.
Sejak pagi hari, area pameran dipenuhi deretan paviliun dan stan yang dihiasi kain sasirangan berwarna-warni. Seluruh peserta pameran dan penjaga stan tampil seragam mengenakan busana batik sasirangan yang elegan, menciptakan suasana khas Banjar di tengah ibu kota. Keindahan dekorasi yang mengangkat unsur sungai, rumah adat Banjar, dan motif tradisional memberikan pengalaman budaya yang mendalam bagi setiap pengunjung.
Puluhan pelaku UMKM dan perajin terbaik Kalimantan Selatan menampilkan berbagai karya unggulan yang mencerminkan keterampilan dan kreativitas masyarakat Banjar. Berbagai produk kerajinan yang dipamerkan antara lain kain sasirangan premium, tas berbahan anyaman rotan, topi tradisional, miniatur rumah adat Banjar, ukiran kayu khas Kalimantan, aksesori etnik, kerajinan manik-manik, produk berbahan purun, hingga berbagai koleksi batu akik dan batu permata yang terkenal dari wilayah Kalimantan.
Salah satu area yang paling ramai dikunjungi adalah galeri sasirangan. Pengunjung dapat melihat secara langsung proses pembuatan kain sasirangan mulai dari pengikatan motif hingga proses pewarnaan tradisional. Banyak tamu yang tertarik untuk membeli produk-produk tersebut sebagai koleksi maupun cendera mata khas Indonesia.
Selain produk tekstil dan kerajinan rumah tangga, pameran juga menampilkan karya seni dekoratif seperti lukisan bertema kehidupan masyarakat sungai, ukiran kaligrafi Banjar, replika jukung tradisional, serta berbagai produk kreatif yang menggabungkan unsur tradisional dan desain modern. Keberagaman produk tersebut menunjukkan bahwa kerajinan Banjar mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar global tanpa kehilangan identitas budayanya.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan kementerian yang membidangi kebudayaan, ekonomi kreatif, perdagangan, dan UMKM; pemerintah daerah Kalimantan Selatan; asosiasi perajin Indonesia; akademisi; komunitas budaya Nusantara; pelaku industri kreatif; pengusaha ekspor-impor; kolektor seni; media nasional dan internasional; serta perwakilan kedutaan besar negara sahabat yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan budaya Indonesia.
Sepanjang acara, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan interaktif seperti demonstrasi pembuatan sasirangan, workshop anyaman purun, pelatihan kerajinan rotan, diskusi mengenai peluang ekspor produk kreatif, serta sesi temu bisnis antara perajin lokal dengan calon pembeli dari dalam dan luar negeri.
Pameran ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk kerajinan, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat. Banyak pelaku usaha memperoleh peluang kerja sama baru, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas.
Mengusung tema “Banjar Mendunia”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat Banjar mampu bersaing di tingkat internasional. Setiap produk yang dipamerkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengandung cerita, sejarah, dan filosofi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Ketika acara berakhir menjelang sore hari, para pengunjung meninggalkan kawasan TMII dengan kesan mendalam terhadap kekayaan budaya Banjar. Pameran ini berhasil menunjukkan bahwa kerajinan tangan tradisional bukan sekadar produk seni, melainkan identitas budaya yang mampu menjadi duta Indonesia di panggung dunia.