Banjar Media - Connecting Banjar to The World Banjar Media - Connecting Banjar to The World

Menjembatani Banjar dengan Dunia

Press ESC to close

Festival Pasar Terapung Lok Baintan

Pesona Pasar Tradisional di Atas Sungai, Ikon Kalimantan Selatan

 

Menyaksikan Warisan Budaya Banjar yang Masih Hidup di Sungai Martapura

Di tengah modernisasi yang terus berkembang, masih ada satu tradisi perdagangan kuno yang bertahan dan menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan, yaitu Pasar Terapung Lok Baintan. 

Berlokasi di Desa Lok Baintan, Kabupaten Banjar, pasar ini bukan sekadar tempat jual beli, melainkan sebuah warisan budaya yang telah hidup selama ratusan tahun di atas aliran Sungai Martapura.

Keunikan pasar ini terletak pada aktivitas perdagangan yang berlangsung di atas jukung atau perahu tradisional Banjar. 

Para pedagang, yang sebagian besar merupakan perempuan Banjar atau yang akrab disebut acil-acil, datang membawa berbagai hasil bumi, makanan tradisional, ikan segar, hingga kerajinan tangan untuk diperjualbelikan langsung dari perahu mereka.

Untuk merayakan dan melestarikan tradisi tersebut, setiap tahun diselenggarakan Festival Pasar Terapung Lok Baintan, sebuah perhelatan budaya yang menjadi salah satu daya tarik wisata terbesar di Kalimantan Selatan.

Sejarah Pasar Terapung Lok Baintan yang Bertahan Sejak Abad ke-18

Pasar Terapung Lok Baintan telah ada sejak abad ke-18 dan berkembang sejak masa Kesultanan Banjar. Pada masa itu, sungai merupakan jalur transportasi utama masyarakat Kalimantan Selatan. Jalan darat belum berkembang seperti sekarang sehingga aktivitas ekonomi sangat bergantung pada sungai.

Masyarakat dari berbagai desa di sepanjang Sungai Martapura dan anak-anak sungainya datang menggunakan jukung untuk menjual hasil kebun, hasil tangkapan ikan, serta berbagai kebutuhan rumah tangga. 

Pasar ini menjadi titik pertemuan penting bagi masyarakat pedalaman yang melakukan transaksi perdagangan melalui jalur air.

Hingga kini, tradisi tersebut masih terus berlangsung dan menjadikan Lok Baintan sebagai pasar terapung terakhir yang masih bertahan di Kalimantan Selatan. 

Karena nilai sejarah dan budayanya yang sangat tinggi, Pasar Terapung Lok Baintan resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2016.

Festival Pasar Terapung Lok Baintan

Festival Pasar Terapung Lok Baintan merupakan agenda budaya tahunan yang digelar untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan tradisi pasar terapung kepada generasi muda dan wisatawan.

Festival ini biasanya berlangsung selama dua hari dan menampilkan berbagai atraksi budaya khas Banjar yang meriah. Festival terakhir diselenggarakan pada 8–9 November 2025 dengan kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WITA.

Meski jadwal resmi Festival Pasar Terapung Lok Baintan 2026 belum diumumkan, festival ini umumnya diselenggarakan pada bulan Agustus atau November. 

Karena itu, wisatawan yang ingin menghadiri festival disarankan memantau informasi terbaru dari pemerintah daerah atau Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan.

Keunikan Pasar Terapung yang Tidak Ditemukan di Tempat Lain

Hal pertama yang menarik perhatian wisatawan adalah pemandangan puluhan hingga ratusan jukung yang berkumpul di tengah sungai saat matahari baru terbit.

Para pedagang datang dari berbagai desa seperti Lenge, Bakung, Paku Alam, Saka Bunut, dan sejumlah kawasan lain di sepanjang aliran Sungai Martapura. Mereka membawa hasil panen dan berbagai produk lokal yang ditata rapi di atas perahu.

Salah satu tradisi yang masih bertahan adalah sistem barter yang dalam bahasa Banjar dikenal sebagai bapanduk. Dalam sistem ini, para pedagang dapat saling menukar barang dagangan tanpa menggunakan uang.

Sayuran dapat ditukar dengan buah-buahan, ikan dapat ditukar dengan kebutuhan lainnya, dan transaksi berlangsung berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

Meskipun demikian, wisatawan tetap dapat berbelanja menggunakan uang tunai. Pecahan kecil seperti Rp5.000, Rp10.000, dan Rp20.000 menjadi nominal yang paling praktis saat bertransaksi di atas perahu.

Keunikan lain yang kadang masih dapat ditemui adalah pedagang yang berpantun untuk menarik perhatian pembeli. Tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri karena menunjukkan kekayaan budaya lisan masyarakat Banjar.

Waktu Terbaik Mengunjungi Pasar Terapung Lok Baintan

Pasar Terapung Lok Baintan sebenarnya beroperasi setiap hari. Namun, suasana terbaik dapat dinikmati pada pagi hari ketika aktivitas perdagangan sedang berlangsung.

Sekitar pukul 05.30 WITA para pedagang mulai berdatangan dan sungai masih tampak tenang dengan cahaya pagi yang redup. Saat memasuki pukul 06.00 hingga 06.30 WITA, wisatawan akan disuguhi pemandangan matahari terbit yang memancarkan cahaya keemasan di atas Sungai Martapura. 

Momen ini dikenal sebagai golden hour dan menjadi waktu favorit para fotografer.

Puncak aktivitas pasar biasanya terjadi antara pukul 06.30 hingga 07.30 WITA. Pada waktu inilah jumlah pedagang mencapai titik terbanyak dan transaksi berlangsung paling ramai. Setelah pukul 08.00 WITA, aktivitas mulai berkurang karena para pedagang perlahan kembali ke desa masing-masing. 

Menjelang pukul 09.00 WITA, pasar biasanya sudah hampir kosong.

Hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional merupakan waktu terbaik untuk berkunjung karena jumlah pedagang dan pengunjung umumnya lebih banyak dibandingkan hari biasa.

Cara Menuju Pasar Terapung Lok Baintan dari Banjarmasin

Lok Baintan berada sekitar 30 kilometer dari Kota Banjarmasin dan dapat dicapai melalui jalur darat maupun jalur sungai.

Perjalanan darat menjadi pilihan yang paling populer karena lebih praktis dan ekonomis. Dari Banjarmasin, wisatawan dapat menempuh rute melalui Jalan Veteran dan Jalan Martapura Lama menuju Desa Lok Baintan. 

Waktu tempuh berkisar antara 45 hingga 60 menit tergantung kondisi lalu lintas.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman khas sungai Kalimantan, perjalanan menggunakan kelotok juga sangat menarik. Kelotok biasanya berangkat dari kawasan Siring Tendean, dermaga depan Kodim, atau sekitar Kantor Gubernur Kalimantan Selatan. 

Perjalanan melalui sungai memakan waktu sekitar 30 hingga 40 menit dengan pemandangan alam yang sangat indah sepanjang perjalanan.

Karena pasar berlangsung sejak subuh, banyak wisatawan memilih menyewa mobil beserta sopir agar dapat berangkat sekitar pukul 04.30 hingga 05.00 pagi. Opsi ini umumnya lebih praktis dibandingkan mengandalkan transportasi daring yang masih terbatas pada jam-jam tersebut.

Ragam Barang Unik yang Dijual di Lok Baintan

Salah satu keseruan mengunjungi Pasar Terapung Lok Baintan adalah kesempatan berburu berbagai produk khas Banjar yang sulit ditemukan di tempat lain.

Di antara yang paling dicari adalah aneka wadai atau kue tradisional Banjar seperti amparan tatak, bingka, bolu pisang, wadai lapis sembar, kue cincin, apem, buras, putu mayang, lapat, dan jagung besumap.

Selain makanan tradisional, wisatawan juga dapat menemukan berbagai hasil pertanian segar seperti mangga, pisang, jeruk, sirsak, srikaya, sayur-mayur, hingga ikan air tawar hasil tangkapan masyarakat sekitar Sungai Martapura.

Bagi pencinta kerajinan lokal, tas purun dan topi purun menjadi suvenir yang sangat menarik. Produk anyaman dari tanaman purun ini terkenal kuat, ramah lingkungan, dan memiliki nilai budaya yang tinggi.

Wisatawan juga dapat menikmati kuliner khas Kalimantan Selatan seperti Soto Banjar dan Ketupat Kandangan yang dijual dari perahu-perahu besar di sekitar pasar.

Atraksi Menarik Saat Festival Berlangsung

Ketika Festival Pasar Terapung Lok Baintan digelar, suasana pasar menjadi jauh lebih meriah dibandingkan hari biasa.

Berbagai perlombaan tradisional turut diselenggarakan, mulai dari lomba klotok hias, balap jukung, hingga atraksi acil jukung yang menampilkan keterampilan para pedagang dalam mengendalikan perahu mereka.

Festival juga dimeriahkan dengan pawai budaya, karnaval busana tradisional, pertunjukan seni daerah, lomba memasak makanan khas Banjar, serta bazar kuliner yang menghadirkan beragam cita rasa khas Kalimantan Selatan.

Seluruh kegiatan tersebut menjadikan festival ini bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga sarana pelestarian budaya Banjar yang sangat penting.

Surga Fotografi di Atas Sungai

Bagi pecinta fotografi, Lok Baintan merupakan salah satu lokasi paling fotogenik di Kalimantan Selatan.

Pemandangan ratusan jukung yang saling berdekatan di tengah sungai menciptakan komposisi visual yang sangat unik. Momen terbaik untuk memotret adalah saat golden hour antara pukul 06.00 hingga 06.30 WITA ketika cahaya matahari pagi memantul di permukaan air.

Sudut terbaik lainnya berada di jembatan yang melintasi Sungai Martapura di sekitar pasar. Dari atas jembatan, wisatawan dapat memperoleh panorama pasar terapung secara keseluruhan dengan perspektif yang lebih luas.

Foto close-up para acil-acil yang mengenakan tanggui atau caping khas Banjar juga menjadi salah satu objek favorit para fotografer. Begitu pula momen barter antar jukung yang kini semakin langka ditemukan di berbagai daerah Indonesia.

Tips Berkunjung ke Pasar Terapung Lok Baintan

Agar pengalaman wisata semakin maksimal, sebaiknya berangkat lebih awal dan sudah berada di dermaga sebelum pukul 06.00 WITA. Membawa uang tunai dalam pecahan kecil juga sangat membantu saat berbelanja.

Karena matahari mulai terasa terik setelah pukul 07.00 WITA, penggunaan topi dan sunblock sangat disarankan. Pengunjung juga sebaiknya membawa power bank karena banyaknya spot menarik sering membuat baterai ponsel cepat habis.

Saat berada di atas perahu, pastikan selalu memegang erat ponsel atau kamera. Tidak sedikit wisatawan yang kehilangan perangkat elektronik karena terjatuh ke sungai saat berfoto.

Bagi wisatawan yang membawa anak-anak, penggunaan pelampung menjadi pilihan bijak demi keamanan selama berada di atas perahu.

Tiket Masuk dan Biaya Wisata

Salah satu keunggulan Pasar Terapung Lok Baintan adalah tidak adanya tiket masuk. Wisatawan dapat menikmati suasana pasar secara gratis.

Biaya yang umumnya dikeluarkan hanyalah untuk menyewa perahu kecil dari dermaga menuju area pasar. Tarifnya relatif terjangkau, sekitar Rp10.000 per orang.

Jika datang secara berkelompok menggunakan mobil sewaan, total biaya wisata biasanya masih cukup ekonomis. Dengan anggaran sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000 per orang, wisatawan sudah dapat menikmati perjalanan, berkeliling pasar, mencicipi kuliner khas Banjar, sekaligus membawa pulang berbagai oleh-oleh tradisional.

Pasar Terapung Lok Baintan, Simbol Kehidupan Sungai Masyarakat Banjar

Festival Pasar Terapung Lok Baintan bukan hanya sebuah acara wisata, melainkan perayaan terhadap identitas masyarakat Banjar yang sejak dahulu hidup berdampingan dengan sungai. 

Tradisi perdagangan di atas jukung, sistem barter bapanduk, keramahan para acil-acil, serta kekayaan kuliner dan budaya yang ditawarkan menjadikan Lok Baintan sebagai destinasi yang tidak tergantikan.

Di tengah perubahan zaman, pasar terapung ini membuktikan bahwa warisan budaya dapat tetap hidup dan berkembang. Bagi siapa pun yang ingin merasakan suasana Kalimantan Selatan yang autentik, menyaksikan matahari terbit di antara jukung-jukung yang memenuhi Sungai Martapura adalah pengalaman yang sulit dilupakan.

 

Related Posts

Festival Tanglong
Festival Jukung Hias Banjarmasin
Festival Seni Tahunan Banjarmasin Art Week
Festival Sasirangan Banjarmasin
Banjar Media Editorial Team

Research and Analyst Team

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Pengalaman Anda di situs ini akan ditingkatkan dengan mengizinkan cookie.